LUBANG RESAPAN BIOPORI

  • Blog ini ditujukan untuk mendokumentasikan perkembangan Lubang Resapan Biopori dirumah saya dari waktu ke waktu, meskipun sudah setahun sejak pembuatannya, lebih baik terlambat daripada tidak toh. Juga lihat di FB Cause :  AYO masyarakatkan LUBANG RESAPAN BIOPORI
  • Selain itu yang paling penting adalah meneruskan informasi-informasi yang diperoleh dari Bapak Kamir R Brata, orang yang mendedikasikan dirinya bagi tercipta dan tersosialisasinya teknologi tepat guna ramah lingkungan Lubang Resapan Biopori

Peragaan Bor Biopori oleh Pak Kamir

 

Semoga semua ini berguna !

Sudah Punya Lubang Resapan Biopori, Habis Itu Apa?

Kulit dan biji rambutan ini dipisahkan untuk jadi santapan lezat penghuni LRB.

Kulit dan biji rambutan ini dipisahkan untuk jadi santapan lezat penghuni LRB.

Aneka buah-buahan tradisional penting untuk dimakan sehari-hari. Ingat pisahkan kulit dan bijinya.

Aneka buah-buahan tradisional penting untuk dimakan sehari-hari. Ingat pisahkan kulit dan bijinya.

Memiliki dan membuat Lubang Resapan Biopori dalam lahan baru awalnya saja dalam usaha mengurangi banjir. Yang penting adalah pemanfaatan dan perawatan LRB sehingga optimal berfungsi sebagai tempat hidupnya mikroorganisme dalam tanah. Mereka inilah yang akan membantu membentuk jaringan saluran-saluran mikro dalam tanah. Saluran-saluran ini yang berfungsi menyuburkan tanah dan menyalurkan air dengan cepat kedalam tanah saat datangnya hujan.

Selanjutnya adalah bagaimana kemudian kita melakukan pemberian makanan organik secara rutin kepada para penghuni tanah tersebut. Hal ini bisa lihat di artikel sebelum ini, LRB di halaman rumahku.

Nah untuk bisa memberi makanan organik kepada mikroorganisme penghuni LRB ini kita harus bisa mendapatkan kerjasama dari seluruh penghuni rumah, dan tamu-tamu bila diperlukan (seperti contoh ini). Atau kita sendiri lakukan seperti ini. Sehingga setiap hari kita selalu melakukan pemisahan limbah organik rumah tangga. Bahkan kalau diperlukan, pasti perlu sih, sediakan tempat sampah khusus limbah organik.

Nah dari segi fasilitas cukuplah sudah dengan menyediakan LRB dan tempat penampungan sementara limbah organik rumah tangga. Selanjutnya apa?

Paling penting adalah mengubah segala kebiasaan kita sebelum ini. Bagi yang sudah biasa melakukan pemisahan limbah organik dengan non-organik, sudah tidak sulit karena tinggal melanjutkan seperti biasa dilakukan. Sedangkan bagi yang belum terbiasa ya mau tidak mau harus membiasakan diri, sediakan dan gunakan penampungan sementara limbah organik ditempat dia diproduksi. Misal di meja makan, untuk buah-buahan; dan di dapur untuk buah dan sayur.

Siapa saja yang harus terlibat disini:

    Diri Sendiri dan Pasangan. Jelas bahwa sebagai pengendali rumah tangga kita harus bisa konsisten dengan upaya pemisahan dan pembuangan limbah organik terpisah dengan memanfaatkan LRB kita. Karena betapapun banyak bicara, contoh tetap yang terbaik. Jadi kita harus mampu memberi contoh pemilahan limbah organik. Juga cara memasukkannya ke dalam LRB dengan benar.
    Anak-anak. Bagi yang memiliki anak, dengan contoh dari perbuatan kita diharapkan anak-anak akan juga meniru. Tetapi pada awal-awalnya sebaiknya dijelaskan apa dan mengapa sehingga mereka paham benar dan mungkin malah bisa menularkan pada teman-teman atau orangtua temannya. Tentunya caranya disesuaikan dengan usia mereka. Seharusnya ini bagian yang tidak terlalu sulit.
    Staf Rumah Tangga. Sebagai tenaga yang menjadi pelaksana harian mereka berperan penting atas kesuksesan pemeliharaan LRB. Oleh sebab itu kita perlu mendidik dengan benar proses pemilahan dan pembuangan limbah organik ke dalam LRB kepada mereka. Kalau tidak akan dianggap menjadi tambahan beban kerja saja. Memang kadang kita menjadi repot bila sering terjadi pergantian staf rumah tangga, tapi ya tetap harus dilakukan.
    Staf Kebun. Bila memiliki staf yang khusus mengurus kebun, maka kepada yang bersangkutan perlu diberi pemahaman dan diajarkan untuk membiasakan diri membuang limbah organik kebun ke LRB. Umumnya tidak sulit dilakukan, karena ada di wilayah kerjanya sendiri.
    Para Tamu. Baik teman, saudara, ataupun teman anak-anak; perlu difasilitasi dengan tempat penampungan terpisah bila sedang dijamu makan buah misalnya. Ini juga bisa jadi sarana promosi dengan menunjukkan proses pemisahan dan pembuangan limbah organik ke LRB dan manfaat bagi kita serta masyarakat.

Pasti semua yang terlibat akan senang mengetahui bahwa melalui tindakan-tindakan sederhana ini akan bermanfaat dalam:
– mengurangi sampah kota,
– memperbaiki lingkungan hidup sekitar kita,
– dan mengurangi air di permukaan tanah dengan memperbanyak air dalam tanah.
Alias mengurangi potensi banjir.

Nah sekian dulu sharing mengenai yang kita lakukan setelah mempunyai Lubang Resapan Biopori di kediaman kita. Kalau ada yang mau share pengalaman di rumah atau tempat usaha atau sekolah dll silahkan.

Kalau buat rujak pasti banyak limbah kulit dan biji, itu jatah untuk santapan LRB.

Kalau buat rujak pasti banyak limbah kulit dan biji, itu jatah untuk santapan LRB.

Kulit pisang yang digoreng ini juga santapan buat LRB. Jangan dilupakan.

Kulit pisang yang digoreng ini juga santapan buat LRB. Jangan dilupakan.

Cintai Lingkunganmu ®

Tahun Ke-4 Lubang Resapan Biopori Di Halaman Rumahku

Ada 13 buah Lubang Resapan Biopori di halaman 2x6 ini. Masih bisa buat tambah beberapa lubang lagi.

Ada 13 buah Lubang Resapan Biopori di halaman 2×6 ini. Masih bisa buat tambah beberapa lubang lagi.

Terlihat samar-samar limbah mangga disini. LRB ini sudah cukup penuh sisa sedikit jarak.

Terlihat samar-samar limbah mangga disini. LRB ini sudah cukup penuh sisa sedikit jarak.

Memasuki akhir tahun 2012, menyongsong 2013. Lobang Resapan Biopori di halaman alias taman mungil depan rumahku masih senantiasa aktif membantu penyerapan air ke dalam tanah.

Lahan sekitar 2×6 m2 taman ini baru ada 13 buah LRB, sudah waktunya ditambah lagi tahun 2013. Karena lahan masih mencukupi, mungkin antara 5-10 lobang lagi bisa dibuat.

more to come, click…

Soal Biopori » Janji Jokowi


Cintai Makanan Lokal ®

Tempat penampungan limbah organik rumah tangga.

Sudah cukup lama kami menggunakan penampungan sementara dan terbuka (lihat posting-posting lalu). Penampungan dengan wadah sementara beresiko banyak didatangi serangga dan harus selalu segera dikirimkan sebagai santapan Lubang Resapan Biopori..

Sehubungan dengan belum adanya sttaf tetap rumah tangga, maka diputuskan untuk memberi tempat penampungan yang lebih permanen.. Ha ha ha.

Dengan demikian kulit2 pisang dan buah2an lain lebih aman sedikit di dalam sana, sebelum dijadikan santapan Lubang Resapan Bioporiku.

DKI Percepat Pengolahan Sampah di Dalam Kota

Kenapa tidak mendidik masyarakat manfaatkan Lubang Resapan Biopori? Sebagian besar limbah organik rumahtangga akan terserap di rumah tidak masuk mekanisme transpor sampah lagi. Cukup sampah non-organik yang mudah dipilah saja apakah akan recycle, atau reuse ..sebelum dibuang.

http://m.detik.com/read/2011/10/07/234859/1739431/10/dki-percepat-pengolahan-sampah-di-dalam-kota

DKI Percepat Pengolahan Sampah di Dalam Kota

Ari Saputra : detikNews

detikcom – Jakarta, Guna mengurangi beban kerja TPST Bantar Gebang, Bekasi, akibat volume sampah yang semakin meningkat tiap hari, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempercepat pengolahan sampah di dalam kota Jakarta. Tempat yang akan digenjot targetnya adalah ITF Cakung Cilincing, ITF Marunda, dan ITF Sunter sebelum sisanya dibuang ke Bantar Gebang.

“Sehingga, diharapkan iring-iringan mobil sampah yang dapat berpotensi membuat macet dapat berkurang. Kita mulai memfokuskan pengolahan sampah di dalam kota untuk mempercepat pengolahan sampah dan mengurangi volume sampah ke TPST Bantar Gebang,” kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna saat dihubungi wartawan, Jumat (7/10/2011).

Menurut catatan Dinas Kebersihan, sampah yang ada di DKI setiap tahunnya mengalami peningkatan 5 persen. Dari banyaknya sampah tersebut, jumlah sampah terangkut baru sekitar 85-90 persen sehingga masih ada 15 persen yang belum teratasi.

“Untuk menutupi kekurangannya, kita sangat berharap peran serta swasta dan masyarakat seperti yang telah terjalin dalam pola kerja sama Build, Operate, and Transfer (BOT),” imbuh Eko Bharuna.

Sejauh ini, Eko Bharuna menjelaskan, ITF Cakung Cilincing telah diperluas dari 4,5 hektar menjadi 7,5 hektar. pada tahun depan, ITF ini ditargetkan dapat mengolah sampah hingga 1.300 ton per hari.

“Sampah itu diolah menjadi kompos, bahan bakar pembangkit listrik berkapasitas 4,95 MW atau menghasilkan bahan bakar gas (BBG) sebesar 445.699 MMBTU,” tegas Eko.

Sedangkan, ITF Sunter yang berdiri di atas lahan 3,5 hektar direncanakan mampu mengolah sampah sebanyak 1.200 ton per hari dengan teknologi waste to energy. Saat ini, ITF Sunter beroperasi sebagai fasilitas pemadatan sampah Stasiun Peralihan Antara Sunter (SPA Sunter).

“SPA Sunter berfungsi untuk mengefisienkan rotasi kendaraan angkut sampah sehingga proses pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang. Sehingga tidak menambah potensi kemacetan di jalanan Ibu Kota,” tukasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan sedang menjalankan Program Regionalisasi Persampahan yang melibatkan daerah penyangga yakni Tangerang, Bogor dan Bekasi. Sehingga, masalah sampah dapat terselesaikan secara regional dan tidak saling lepas tanggungjawab.

“Pengolahan sampah secara terintegrasi tersebut akan bisa menyelesaikan masalah persampahan di Jakarta hingga ke Cianjur,” kata Foke.

Cintai Makanan Lokal ®

Sayang dibiarkan terbuang, Jagorawi deket Bogor hujan deras ..

From: Kamir Brata
Date: 2011/9/20
Subject: Re: [linkers] Sayang dibiarkan terbuang, Jagorawi deket Bogor hujan deras ..
To:

Sayang sdh dikirim gratis, dibiarkan terbuang dari jalan, pemukiman,
dan lahan pertanian. Segera mengalir bercampur dengan air comberan,
dipercepat terbuang menjadi air asin lagi. Gak tahulah kapan ada
kepedulian nyata untuk nyimpen banyu udan gratis, bila kamarentah dan
rakyatnya masih nganggep hujan bisa diresapkan di kawasan hutan dan
daerah resapan saja. Bila turun di kawasan terbangun umumnya segera
dibuang karena takut jadi becek, banjir di pemukimannya masing2 tanpa
memikirkan jadi banjir di pemukiman manusia lainnya yg lebih rendah.
Hanya kamarentah lagi saja yg salah dan tidak becus ngurus keperluan
air rakyatnya. Kalau tanah sudah kering, sumber air tidak cukup
mengisi kembali waduk, situ, embung, dan saluran irigasi, sumur; hanya
wong cilik yg tdk kebagian pasititas air bersih yang terpaksa
menggunakan air seadanya dg susah payah. Bila hujan buatan dan do’a
istisqo dikabulkan Allah SWT turun sebagai hujan lebat, anehnya tetap
dibiarkan melimpas mengangkut tanah kering jadi air keruh.
Memang aneh tapi nyata karena dpt disaksikan begitu saja baik oleh
kamarentah, wong cilik, wong guede, awam maupun pakar.

Ya Allah semoga kami yang membutuhkan sumber air bersih mengindahkan
teguranMu antara lain spt pd Az-Zumar 21. Amin YRA

KRB

>

Jakarta saat hujan malam

Saat melintasi Jakarta dengan motor, hujan adalah salah satu kendala bagi saya. Apalagi kalau deras sekali.

Tapi bapak bersepeda ini tak terganggu rupanya, masih bersepeda di antara mobil dan derasnya hujan. Sementara saya dan banyak pemotor lainnya memilih berteduh di halte bis.

Akibat hujan sesaat: genangan air di depan Hotel Mandarin (jalan Sudirman atau Thamrin ya bagian itu); juga genangan dikolong semanggi – jalur lambat.