LUBANG RESAPAN BIOPORI

  • Blog ini ditujukan untuk mendokumentasikan perkembangan Lubang Resapan Biopori dirumah saya dari waktu ke waktu, meskipun sudah setahun sejak pembuatannya, lebih baik terlambat daripada tidak toh. Juga lihat di FB Cause :  AYO masyarakatkan LUBANG RESAPAN BIOPORI
  • Selain itu yang paling penting adalah meneruskan informasi-informasi yang diperoleh dari Bapak Kamir R Brata, orang yang mendedikasikan dirinya bagi tercipta dan tersosialisasinya teknologi tepat guna ramah lingkungan Lubang Resapan Biopori

Peragaan Bor Biopori oleh Pak Kamir

 

Semoga semua ini berguna !

Tempat penampungan limbah organik rumah tangga.

Sudah cukup lama kami menggunakan penampungan sementara dan terbuka (lihat posting-posting lalu). Penampungan dengan wadah sementara beresiko banyak didatangi serangga dan harus selalu segera dikirimkan sebagai santapan Lubang Resapan Biopori..

Sehubungan dengan belum adanya sttaf tetap rumah tangga, maka diputuskan untuk memberi tempat penampungan yang lebih permanen.. Ha ha ha.

Dengan demikian kulit2 pisang dan buah2an lain lebih aman sedikit di dalam sana, sebelum dijadikan santapan Lubang Resapan Bioporiku.

DKI Percepat Pengolahan Sampah di Dalam Kota

Kenapa tidak mendidik masyarakat manfaatkan Lubang Resapan Biopori? Sebagian besar limbah organik rumahtangga akan terserap di rumah tidak masuk mekanisme transpor sampah lagi. Cukup sampah non-organik yang mudah dipilah saja apakah akan recycle, atau reuse ..sebelum dibuang.

http://m.detik.com/read/2011/10/07/234859/1739431/10/dki-percepat-pengolahan-sampah-di-dalam-kota

DKI Percepat Pengolahan Sampah di Dalam Kota

Ari Saputra : detikNews

detikcom – Jakarta, Guna mengurangi beban kerja TPST Bantar Gebang, Bekasi, akibat volume sampah yang semakin meningkat tiap hari, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mempercepat pengolahan sampah di dalam kota Jakarta. Tempat yang akan digenjot targetnya adalah ITF Cakung Cilincing, ITF Marunda, dan ITF Sunter sebelum sisanya dibuang ke Bantar Gebang.

“Sehingga, diharapkan iring-iringan mobil sampah yang dapat berpotensi membuat macet dapat berkurang. Kita mulai memfokuskan pengolahan sampah di dalam kota untuk mempercepat pengolahan sampah dan mengurangi volume sampah ke TPST Bantar Gebang,” kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna saat dihubungi wartawan, Jumat (7/10/2011).

Menurut catatan Dinas Kebersihan, sampah yang ada di DKI setiap tahunnya mengalami peningkatan 5 persen. Dari banyaknya sampah tersebut, jumlah sampah terangkut baru sekitar 85-90 persen sehingga masih ada 15 persen yang belum teratasi.

“Untuk menutupi kekurangannya, kita sangat berharap peran serta swasta dan masyarakat seperti yang telah terjalin dalam pola kerja sama Build, Operate, and Transfer (BOT),” imbuh Eko Bharuna.

Sejauh ini, Eko Bharuna menjelaskan, ITF Cakung Cilincing telah diperluas dari 4,5 hektar menjadi 7,5 hektar. pada tahun depan, ITF ini ditargetkan dapat mengolah sampah hingga 1.300 ton per hari.

“Sampah itu diolah menjadi kompos, bahan bakar pembangkit listrik berkapasitas 4,95 MW atau menghasilkan bahan bakar gas (BBG) sebesar 445.699 MMBTU,” tegas Eko.

Sedangkan, ITF Sunter yang berdiri di atas lahan 3,5 hektar direncanakan mampu mengolah sampah sebanyak 1.200 ton per hari dengan teknologi waste to energy. Saat ini, ITF Sunter beroperasi sebagai fasilitas pemadatan sampah Stasiun Peralihan Antara Sunter (SPA Sunter).

“SPA Sunter berfungsi untuk mengefisienkan rotasi kendaraan angkut sampah sehingga proses pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang. Sehingga tidak menambah potensi kemacetan di jalanan Ibu Kota,” tukasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan sedang menjalankan Program Regionalisasi Persampahan yang melibatkan daerah penyangga yakni Tangerang, Bogor dan Bekasi. Sehingga, masalah sampah dapat terselesaikan secara regional dan tidak saling lepas tanggungjawab.

“Pengolahan sampah secara terintegrasi tersebut akan bisa menyelesaikan masalah persampahan di Jakarta hingga ke Cianjur,” kata Foke.

Cintai Makanan Lokal ®

Sayang dibiarkan terbuang, Jagorawi deket Bogor hujan deras ..

From: Kamir Brata
Date: 2011/9/20
Subject: Re: [linkers] Sayang dibiarkan terbuang, Jagorawi deket Bogor hujan deras ..
To:

Sayang sdh dikirim gratis, dibiarkan terbuang dari jalan, pemukiman,
dan lahan pertanian. Segera mengalir bercampur dengan air comberan,
dipercepat terbuang menjadi air asin lagi. Gak tahulah kapan ada
kepedulian nyata untuk nyimpen banyu udan gratis, bila kamarentah dan
rakyatnya masih nganggep hujan bisa diresapkan di kawasan hutan dan
daerah resapan saja. Bila turun di kawasan terbangun umumnya segera
dibuang karena takut jadi becek, banjir di pemukimannya masing2 tanpa
memikirkan jadi banjir di pemukiman manusia lainnya yg lebih rendah.
Hanya kamarentah lagi saja yg salah dan tidak becus ngurus keperluan
air rakyatnya. Kalau tanah sudah kering, sumber air tidak cukup
mengisi kembali waduk, situ, embung, dan saluran irigasi, sumur; hanya
wong cilik yg tdk kebagian pasititas air bersih yang terpaksa
menggunakan air seadanya dg susah payah. Bila hujan buatan dan do’a
istisqo dikabulkan Allah SWT turun sebagai hujan lebat, anehnya tetap
dibiarkan melimpas mengangkut tanah kering jadi air keruh.
Memang aneh tapi nyata karena dpt disaksikan begitu saja baik oleh
kamarentah, wong cilik, wong guede, awam maupun pakar.

Ya Allah semoga kami yang membutuhkan sumber air bersih mengindahkan
teguranMu antara lain spt pd Az-Zumar 21. Amin YRA

KRB

>

Jakarta saat hujan malam

Saat melintasi Jakarta dengan motor, hujan adalah salah satu kendala bagi saya. Apalagi kalau deras sekali.

Tapi bapak bersepeda ini tak terganggu rupanya, masih bersepeda di antara mobil dan derasnya hujan. Sementara saya dan banyak pemotor lainnya memilih berteduh di halte bis.

Akibat hujan sesaat: genangan air di depan Hotel Mandarin (jalan Sudirman atau Thamrin ya bagian itu); juga genangan dikolong semanggi – jalur lambat.

[Tragedi] Sampah plastik menipu burung Albatros di Kepulauan Midway

Sungguh menyedihkan melihat hal semacam ini bisa terjadi …

Ini adalah liputan dari fotografer Chris Jordan tentang matinya ribuan bayi burung Albatros di kepulauan Midway, karena sampah plastik dilautan disangka makanan … sungguh tragis melihatnya …

Masih ingindan tegakah kita membuang sampah plastik sembarangan?

 

BOR LRB dari bambu

Ini ketemu di twitter, sebagai solusi untuk membuat bor Lubang Resapan Biopori secara murah. Dari maureen suseno …

http://m.plixi.com/p/88230741

Tanggapan saya: rasanya harga bor untuk lubang resapan biopori cukup wajar, dan tidak harus digunakan sendiri ..kalau digunakan warga se RW seperti ditempat saya unit costnya akan rendah ..satu rumah ada 10 lobang kali 100 rumah saja cuma berapa rupiah cost per lubangnya. Awet dan aman lagi karena bahan logam.

Untuk memulai, coba2 mungin tak masalah, nanti kalau sudah serius ya gunakan asli.

Gubernur Luncurkan Sahabat Biopori – Arsip Video

Fyi.,


Salah satu kegiatan sosialisasi biopori untuk sekolah. Semoga dapat menggugah kepedulian lingkungan masyarakat luas. “Jakarta perlu 76 juta lubang resapan biopori”

BeritaJakarta.com :: Arsip Video :: Gubernur Luncurkan Sahabat Biopori. Read more »

Tempat sampah yang terpisah juga perlu dalam tiap event

Rasanya ini dari panitia

Saya kurang tahu tempat sampah basah dan sampah kering yang dipajang diseluruh lokasi Read more »

Tidak pakai AC tidur tak nyenyak ..!!

Bukannya tag-line iklan perusahaan AC, tapi kali ini malah PLN …. ya …. Perusahaan Listrik Negara, yang pasang iklan begini!!

Padahal baru saja hari Sabtu beramai-ramai didengungkan Jam Bumi, agar pemakaian listrik dapat dikurangi.

Memang niatnya supaya golongan tarif subsidi pada pindah ke tarif yang lebih mahal, tapi apa tak ada cara lebih cerdas dalam beriklan?

Kalau belanja peduli lingkungan hidup juga dong!!

 

ramai belanja

Sekarang ini keperdulian terhadap lingkungan hidup sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari. Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.